Pertolongan Surgawi Dibalik Panggilan Hidup - SUSBM Education
BLOG

Pertolongan Surgawi Dibalik Panggilan Hidup

06 Jul 2017 @ BONIFATIUS ARIEL ANGGORO


Bagikan :

                      Nama saya Bonifatius Ariel Anggoro berasal dari SMA Negeri 1 Kota Serang. Pada Tahun Ajaran 2016/2017 yang lalu, oleh karena kasih Tuhan, Ia izinkan saya untuk melanjutkan studi sebagai murid kelas 12 di jurusan IPA. Menurut sebagian besar orang, menjadi murid kelas 12 itu sangatlah berat, depresi, setres dan disertai ketakutan-ketakutan yang datang silih berganti. Hal itu pun juga terjadi di dalam diri saya. Namun, ketika saya menyadari dan merenungkan semua itu di dalam Doa, hal itu tidaklah perlu untuk ditakutkan, karena bagaimana pun juga itu adalah suatu tahap di dalam kehidupan kita dalam mencapai Panggilan Hidup kita.

          Saat saya dinyatakan naik ke kelas 12, saya sangatlah takut akan persaingan yang saya hadapi dalam menghadapi ujian yang akan saya hadapi, mulai dari Try Out, Ujian Praktek, Ujian Sekolah, Ujian Nasional, dan SBMPTN. Hal itu yang mendorong saya bersama orang tua untuk mendaftar ke tempat bimbingan belajar yang terkenal dalam meloloskan peserta didiknya ke Perguruan Tinggi Negeri. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ketika saya merenungkan dan dengan berbagai pertimbangan kesehatan saya yang mudah lelah dan tidak cocok dengan cara belajar di tempat bimbingan belajar dan juga biaya yang cukup mahal , saya pun memutuskan untuk membatalkan dan tidak melanjutkan pelunasan biaya di suatu bimbingan belajar.

          Memang bukan suatu realita yang mudah untuk diterima dan dirasakan, namun saya yakin bahwa ada cara lain dalam berjuang melewati semua yang harus saya hadapi. Saya pun memutuskan untuk membeli buku-buku rangkuman dan soal-soal Ujian Nasional dan Tes Kedinasan dalam membantu saya berjuang melewati apa yang harus saya hadapi. Saya pun terus Berdoa dan Beriman bahwa sekecil apapun perjuangan saya jika dilakukan bersama Tuhan, tidak ada yang sia-sia, sekalipun itu terlihat kecil dan tidak sebanding dengan perjuangan orang lain. ­­­­­­

        Di kelas  3, saya dihadapi dengan teman sekelas yang sebagian besar mengikuti bimbingan belajar dan hal itulah yang membuat saya semakin bersemangat dalam menghadapi semuanya. Dan ketika pembagian raport Semester 5, saya sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa saya mendapatkan Ranking yang tidak biasanya saya dapat capai. Namun, dibalik semua itu, saya menyadari Tuhan menghendaki saya untuk tetap rendah hati dan mengandalkanNya kembali dalam menghadapai Semester 6 di kelas 3 yang penuh dengan Ujian yang diselenggarakan, terlebih pada tahun ajaran 2016/2017, angkatan saya menjadi pelopor USBN dan UNBK , serta saya memutuskan untuk berencana mengikuti SBMPTN SOSHUM yang materi Geografi, Sosiologi, Sejarah Peminatan harus saya pelajari dengan cepat.

          Namun seiring berjalannya waktu, kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam diri saya. Ia menyertai saya dalam membantu teman-teman yang belum mengerti materi pelajaran, melewati ujian yang satu dengan yang lainnya dengan baik. Disamping itu pula, Tuhan membantu saya dalam menyelami kemana dan jurusan apa yang harus saya tekuni yang merupakan pijakan awal Panggilan Hidup saya. Karena, saya pun masih belum mengerti dan paham kemana saya akan melanjutkan studi. Saya pun memutuskan untuk mendaftar PKN STAN dan beriman bahwa saya dapat menjadi Mahasiswa Baru PKN STAN 2017, dan saya memutuskan untuk tidak ikut SBMPTN / membatalkan rencana SBMPTN SOSHUM yang sempat saya pikirkan. Namun dengan kehadiran Tuhan dalam diri orang tua dan kerabat saya, mereka menyarankan agar saya mengikuti SBMPTN. Setelah saya pikir-pikir dan merenungkan, akhirnya H-3 Penutupan Pendaftaran SBMPTN, saya pun mendaftarkan diri sebagai Peserta SBMPTN SOSHUM dengan alasan sangatlah sayang jika tidak merasakan atmosfer dari SBMPTN yang dipandang ngeri oleh orang.

          Saya menyadari bahwa apa yang saya hadapi cukuplah nekat, dan tidak dipikirkan dengan matang. Akan tetapi saya bersyukur kepada Tuhan karena Ia membantu saya dalam menentukan pilihan di SBMPTN yang merupakan Tuhan sendirilah yang menyeleksi kemana saya harus menekuni Panggilan Hidup yang ditanamkan dalam kehidupan saya. Saya pun hanya belajar 3 hari dan berpatokan kepada Kisi-Kisi SBMPTN SOSHUM 2017 yang saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Disamping itu, saya hanya belajar dari Ebook dan File SBMPTN Soshum di Internet, termasuk di SUSBM Education dan hanya mempelajari 3 materi paling banyak keluar di setiap mata pelajaran SBMPTN dengan asumsi bahwa saya harus menguasai betul materi itu yang berpatokan pada Kisi-kisi yang saya peroleh di Internet.

          Bukan hak manusia untuk menentukan hasilnya. Manusia dituntut untuk tetap percaya dan berpegang teguh pada Tuhan dan menyerahkan segala usaha dan harapan kepadaNya, maka Ia akan memberikan indah tepat pada waktunya. Memang bukan suatu perjuangan yang luar biasa di mata orang jika dibandingakan dengan teman-teman saya yang ikut bimbingan belajar SBMPTN yang menawarkan janji Kelulusan, akan tetapi saya percaya akan Janji Tuhan yang setia yang akan menyediakan saya tempat di Universitas yang terbaik menurutNya.

          Ketika saya mengerjakan soal SBMPTN, saya hanya mengandalkan logika dan tidak semua soal sesuai dengan Kisi-Kisi SBMPTN yang saya dapat di Internet. Namun saya bersyukur kepada Tuhan bahwa apa yang saya pelajari sebagian ada yang keluar, dan menyerahkan hasil saya seluruhnya kepada kehendak Tuhan.

          Beberapa hari setelah mengikuti SBMPTN, saya pun tetap mengikuti seleksi PKN STAN. Setiap hari saya berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Ia memperkenankan saya melanjutkan studi di PKN STAN dan saya hanya berdoa 3x untuk kelulusan SBMPTN, karena saya ingin agar saya dinyatakan lolos SBMPTN dan PKN STAN, dan tinggal memilih di antara keduanya. Saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan sangatlah tidak membuat saya nyaman karena apabila saya dinyatakan lolos keduanya, dan memilih satu, berarti saya membuang rezeki orang lain yang sepantasnya ia terima.

          Tiba saatnya minggu pengumuman final SBMPTN dan PKN STAN tahap terakhir. Ketika pengumuman SBMPTN, saya dinyatakan lolos seleksi SBMPTN 2017 di pilihan 3, yaitu Universitas Brawijaya-Ekonomi, Keuangan dan Perbankan. Tentunya saya bersyukur kepada Tuhan dan tetap berharap juga lolos seleksi PKN STAN. Akan tetapi, ketika pengumuman final PKN STAN, saya TIDAK DINYATAKAN LOLOS SEBAGAI MAHASISWA BARU PKN STAN. Sungguh membuat hati saya hancur, dan tidaklah mengerti apa yang terjadi dibalik semua ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, saya pun mengerti bahwa saya hanyalah Hamba Tuhan yang harus menaati apa yang Tuhan telah tentukan sekalipun itu yang tidaklah saya inginkan, dan memaksimalkan apa yang Tuhan telah tetapkan bagi pijakan awal Panggilan Hidup saya di dunia.

          Teman-teman, saya Ariel ingin berpesan bahwa Perguruan Tinggi adalah pijakan awal kalian dalam menjalani apa yang menjadi Panggilan Hidup kalian. Oleh karena itu, kalian harus mengetahui dengan baik dan benar latar belakang kalian melanjutkan ke suatu jurusan dan universitas itu untuk Tuhan atau untuk hal duniawi, dan apakah itu benar-benar Panggilan Hidup yang Tuhan tanamkan dalam diri kalian . Dengan hal itu pula, usaha teman-teman juga akan sangatlah berbeda. Sekecil apapun usaha yang kalian lakukan bersama dan untuk Tuhan, sangatlah tidak sia-sia. Dan sebesar apapun usaha kalian jika mengandalkan kekuatan sendiri dan untuk kepuasan diri sendiri sangatlah sombong dan tidak berkenan kepada Tuhan. Janganlah malu, minder, dan gengsi kepada teman-teman yang mengikuti bimbingan belajar dari pagi hingga malam. Janganlah berfokus pada lawan, tetapi kepada Allah yang dahsyat. Dan Janganlah membatasi kekuasaaan Allah dengan akal manusia yang terbatas. Sebab, apa yang akan kalian dapatkan pada akhirnya sungguh amatlah tergantung pada kasih karunia Tuhan, dan BUKAN tergantung pada kepintaran, dan kegagahan manusia. Atau dengan kata lain, segala sesuatunya sungguh amatlah bersumber dari Pertolongan Surgawi yang memberikan kalian kemenangan di dalam Janji Tuhan yang setia dan tidak pernah gagalManusia tidaklah dapat berbuat apa-apa tanpa kehadiran Tuhan dalam hidup merekaTuhan Memberkati.



“ Perguruan Tinggi adalah Pijakan Awal kalian dalam menyelami lebih dalam apa yang harus kalian lakukan dalam menjalani Panggilan Hidup yang dikontribusikan untuk Kemuliaan Tuhan yang nyata dalam meningkatnya kualitas hidup bangsa dan bernegara, serta orang-orang dimana kalian menuai hasil dari apa yang kalian tabur di dalam kehidupan”- Bonifatius Ariel Anggoro


KOMENTAR
KATEGORI
© 2017 SUSBM Education